Sabtu, November 12, 2011

SIMPAN AIR MATAMU IBU ( naskah drama)

Wira adalah anak dari pasangan Siska dan Roy.Orang tua Wira adalah seorang pengusaha sukses dan memiliki beberapa perusahaaa di kota ini.Karena sibuknya, keharmonisan keluarga itu tidak terlihat lagi sehingga timbul konflik dan Wira menjadi korban dari hancurnya rumah tangga


Wira        : ( Duduk termenung sambil mengisap sebatang rokok )
               Hari ini aku dihukum lagi,di rumah bosan, di sekolah            bete’Ah…………………..,sial benar hari ini.

Ibu Wira  : (Sedang mengusap air matanya)

Darmi      : ( Mengutuk pintu rumah Wira ) Assalamu Alaikum.

Ibu Wira  : ( Memandang kearah pintu ) Waalaikum salam, silahkan masuk .

Darmi      : ini bu’ ada surat dari sekolah.

Ibu Wira  : Terima kasih yah nak.

Darmi      : Ia bu’,Darmi pamit dulu bu’ dirumah Darmi harus   bantu Jaga adik.

Ibu Wira  : ( mengangguk lalu membaca suratitu dan terkejut )  Astagfirullah,Wira sudah satu minggu tidak belajar…? ( cemas dan menangis )

Ayah Wira: ( Datang dalam keadaan mabuk ) 

Ibu Wira  : Pa’ ibu mau bicara!

Ayah Wira: (Berbalik dan duduk di kursi ) Apa lagi bu ?, apa masih kurang uang yang saya beri, Atau ……..(tiba-tiba ibu Wira memotong)

Ibu Wira  : Ini bukan masalah uang pa, ini masalah wira!

Ayah Wira: Kenapa lagi dia?

Ibu Wira  : Wira sudah satu minggu tidak masuk sekolah,ini    semua karna papa yang tidak pernah member contoh yang baik pada anaknya. Inilah dampaknya jika pulang larut malam, mabuk dan tidak peduli kepada keluarga.                              

Ayah wira : Kenapa semua karna saya,ibu yang mesti bertanggung  jawab. Mengurus anak saja tidak becus.(Ayah Wira meninggalkan ruangan).

Ibu Wira  : (Menagis)

Wira       : (Datang dan melihat ibunya menangis lalu meninggal Kan ruangan). (Ibu Wira meninggalkan ruangan)

Keesokan harinya Wira terlambat lagi tiba di sekolah.Melihat Wira berjalan, Ibu Ratna memanggilnya.

Ibu Wira  : Wira, sekarang kamu keruangan ibu, ibu mau bicara!

Wira       : ( Mengangguk), Ia bu

Ibu Ratna: Wira, hari ini kamu terlambat lagi,kemarin juga  terlambat. Ibu perhatikan sudah satu minggu kamu terlambat, bahkan tidak masuk belajar.kamu kenapa Wira?

Ibu Ratna: ( Menunduk dan diam )

Ibu Ratna: Kau anak yang pintar,di mata para guru kau anak yang baik,tapi kenapa kamu berubah seperti ini? Ibu minta kamu menceritakan masalahmu.

Wira       : Tapi ibu harus berjanji untuk menjaga rahasia ini dan membantu Wira agar dapat keluar darri masalah ini.

Ibu Ratna: (tersenyum) percayalah Wira, ibu pasti membantumu. Sekarang ceritakanlah masalahmu.

Wira       : Ayah dan ibu sering bertengkar semenjak ayah sibuk dengan pekerjaannya, ayah jarang pulang ke rumah dan jika pulang pasti mabuk.Wira sering melihat ibu menangis,dan Wira tidak tahan dengan keadaan seperti ini.Bu, bantu Wira untuk menyadarkan mereka.

Ibu Ratna: Ibu sekarang mengerti masalahmu,kau menjadi korban dari keluargamu yang kacau. Ibu sarankan kau untuk mencari tempat yang tenang agar pikiran dan sekolahmu tidak terganggu.

Wira       : Saya harus kemana bu?

Ibu Ratna: Ibu punya kenalan, namanya pak Surya.Di sana kau dapat  menenangkan pikiranmu,tapi kau harus bicara dengan ibumu sebelumnya.

Wira       : Baiklah bu, saya akan sampaikan  ini kepada ibu.

Ibu Ratna: Sekarang kamu boleh pulang dulu. (Wira meninggalkan ruangan disusul ibu Ratna)

Ibu Wira : (Duduk termenung)

Wira      : (Datang menghampiri ibunya)

Ibu Wira : (Memandangi Wira dengan tatapan yang sayu)

Wira      : Bu’ Wira mau mencari tempat kost!

Ibu Wira : (kaget)………Kenapa Wira, apakah kamu juga sudah benci sama ibu?

Wira      : Tidak bu’ slama ini Wira saying sama ibu tapi,dengan keadaan seperti ini sekolah Wira jadi terlantar.Setiap saat Wira mendegar pertengkaran ibu dan ayah.dan ibu pasti menangis,Wira tidak tahan bu.

Ibu Wira: (merangkul Wira) Maafkan ibu yah nak,semua ini karna ibu dan ayah sehingga kamu jadi terlantar.(berhenti sejenak) Namun jika memang niatmu mau mencari ketenangan, ibu setuju asal sekolahmu tidak terganggu.Kau adalah harapan ibu wira,buktikanlah pada ibu,ayah dan semua bahwa kauadalah anak yang penuh bakti pada orang tua.(melepaskan pelukannya dan menyeka air matanya)

Wira      : (menyeka air matanya) Baiklah bu (mencium tangan ibunya lalu pergi)

Ibu Ratna: (menetuk pintu rumah pak surya) Assalamu Alaikum,

Pak Surya: Waalaikum salam,silahkan masuk

Ibu Ratna: Saya dating kesini karena kami punya siswa yang hendak kami titipkan sama bapak,semoga selama disini ,dia bias lebih tenang.kami mohon bantuan bapak untuk mendidiknya.

Pak Surya: Insya Allah bu,Saya akan berusaha semampu saya.

Wira       : (Datang dan mengetuk pintu rumah pak Surya) Assalamu Alaikum,Pak Surya dan bu Ratna serentak menjawab.Waalaikum salam.

Pak surya: Silahkan masuk nak!

Ibu Ratna: Ini anak yang saya maksud pak,Wira ini pak surya. (Wira menjabat tangan pak Surya) Sekarang saya pulang dulu karna sudah malam.

Pak surya: Silahkan bu.

Ibu Ratna: Ibu pulang dulu yah Wira,semoga kamu betah disini.( Ibu Ratna berdiri dan Wira Mencium tangan ibu Ratna).

Pak Surya: Kamarnya disana nak, bapak mau shalat magrib dulu.

Wira       : terima kasih pak.(pak Surya meninggalkan ruangan dan Wira melangkah menuju kamarnya).

Wira       : (Duduk disisi tempat tidurnya dan termenung) Akan kubuktikan kepada ibu dan ayah kalau aku di sini bias lebih baik. (berhenti sejenak)Jangan kau tumpahkan lagi air matamu ibu,simpan air mata itu untuk keberhasilanku kelak.Ya Allah, tuntunlah aku menuju jalanMU, dan bantulah hamba agar dapat menyadarkan kedua orang tuaku semoga mereka dapat bersatu seperti semulah Tidurlah mataku, tenanglah hatiku, azan subuh kan membangunkan ragaku,dan aku berjanji esok tidak akan terlambat kesekolah lagi.


S E L E S A I

1 comments:

Naskah Drama mengatakan...

Thanks, sangat membantu sekali.

Posting Komentar